IMAN bukannya tanpa halangan

Oleh : Andreas Nataadmadja

“Dahulu kamu berlomba dengan baik. Siapakah yang menghalang-halangi kamu, sehingga kamu tidak menuruti kebenaran lagi?” Galatia 5: 7

Hasil kejuaraan lari 3000m pada kejuaraan World Indoor Championships 2018 di Birmingham adalah 1. Genzebe Dibaba (Etiopia) 2. Sifan Hassan (Belanda) 3. Laura Muir (Inggris). Sesudah race itu selesai, salah satu pertanyaan adalah apakah Laura Muir tidak seharusnya diberi medali perak. Mengapa? Pada putaran terakhir, Sifan memotong jalan Laura dan menghalanginya untuk bisa melaju kedepan dengan bebas. Sifan meneruskan usahanya untuk menghalangi Laura bahkan makin melebar ke kanan sampai di garis finis. Anehnya, atas pertanyaan wartawan, Laura tidak menyadari adanya insiden itu karena pikirannya pada waktu itu hanyalah untuk mencapai garish finis. Juga karena lelah, Laura tidak sepenuhnya awas atas keadaan disekelilingnya.

Rasul Paulus bukanlah seorang olahragawan atau seorang prajurit, tetapi ia sering memakai ilustrasi tentang lari dan tinju. Dalam ayat diatas, ia menggambarkan bahwa semua pengikut Kristus adalah seperti pelari atau prajurit yang berlari kearah suatu tujuan, yaitu surga. Perjalanan yang ditempuh adalah cukup panjang, dan aral rintangan selalu muncul di tempat dan waktu yang sulit diduga. Karena itu semua orang Kristen haruslah bisa memusatkan hidup kita kepada kehidupan surgawi yang akan datang. Berlari dalam race menuju garis finis.

“Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.” Filipi 3: 13 – 14

Hal berlari karena panggilan surgawi itu tidaklah mudah dilakukan. Selama hidup di dunia, anak-anak Tuhan selalu menghadapi rintangan dan godaan dari berbagai jurusan. Dalam Galatia 5: 7 diatas Paulus bertanya kepada jemaat di Galatia, mengapa mereka sudah berubah dalam pengertian iman mereka. Dulu mereka hidup dalam kebenaran, tetapi setelah selang berapa lama mereka berubah. Paulus menanyakan siapakah yang sudah mempengaruhi mereka. Paulus lebih lanjut berkata bahwa mereka yang menyesatkan jemaat itu akan menerima hukuman Tuhan (Galatia 5: 10).

Bahwa orang Kristen bisa terhalang pertumbuhan imannya adalah suatu kenyataan. Di zaman ini bukan saja pertanyaan “siapa” yang menghalangi hidup Kristen kita, tetapi juga “apa”. Ada banyak orang yang bisa menggoda kita, begitu juga ada banyak benda dan keadaan yang bisa membuat kita berubah. Pada tulisan rasul Paulus diatas, ia secara spesifik menyebut adanya orang-orang yang mengajarkan hal-hal yang salah kepada jemaat Galatia.

Pada saat-saat tertentu, orang Kristen bisa jatuh karena adanya kekerasan dan kejahatan yang dilakukan orang lain. Sejarah membuktikan bahwa dari dulu sampai sekarang, ada orang-orang yang berusaha memaksa orang Kristen untuk menyangkali Tuhan. Kejadian dimana banyak orang Kristen disiksa dan dibunuh karena iman mereka, masih terjadi sampai sekarang.

Apa yang kurang mendapat perhatian adalah orang Kristen bisa juga jatuh karena “perbuatan baik” orang lain. Faktor nama, pesona, cinta, citra, budaya dan kharisma yang dipunyai orang lain bisa, secara tidak terasa, membuat orang Kristen melakukan hal yang keliru. Baik itu pengaruh yang berasal dari orang-orang ternama, orang-orang yang kita hornati, sanak keluarga, ataupun kekasih kita; semuanya bisa menjadi penghalang kita untuk menyelesaikan perjalanan hidup kita dengan baik. Apa yang tidak sesuai dengan firman Tuhan bukanlah kebenaran, sekalipun diberikan kepada kita dengan maksud baik.

Kita mungkin tidak menyadari adanya godaan dan halangan iman karena pikiran kita seringkali terpusat pada usaha untuk mencapai apa yang kita idamkan. Juga karena kelelahan dan kesibukan hidup kita seringkali tidak sepenuhnya awas atas keadaan disekeliling kita.

Pagi ini, firman Tuhan mengingatkan kita untuk mau berpegang pada firman Tuhan selama kita hidup di dunia. Sekalipun itu berarti hidup dalam perjuangan, kita bisa yakin bahwa semua penderitaan kita tidak akan sia-sia. Sebaliknya, kekeliruan apapun bisa mengakibatkan kebingungan dan kegoyahan iman yang membawa kehancuran hidup.

“…sambil berpegang pada firman kehidupan, agar aku dapat bermegah pada hari Kristus, bahwa aku tidak percuma berlomba dan tidak percuma bersusah-susah.” Filipi 2: 16

Iklan

The WINNER

Roma 8:37 Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.

Pemenang : lebih dari rata-rata.

Arti yang lebih dalam adalah hyper. Melebihi dari yang bisa kau pikirkan. Kita adalah orang-orang yang ditakdirkan untuk menang.

Zakheus, seseorang yang penasaran dengan Yesus. Ingin bertemu dengan Yesus, dia mendengar Yesus datang ke kotanya. Zakheus adalah orang yang pendek, dan itu membuat dia tidak bisa melihat Yesus dengan jelas. Lalu Zakheus menaiki sebuah pohon dan berkata ” Tuhan biarkan aku melihat Engkau”. Zakheus mengambil tindakan yang melampaui batas apa yang zakheus miliki. Zakheus memutuskan untuk menaiki pohon.

Lukas 19:4 (TB) Maka berlarilah ia mendahului orang banyak, lalu memanjat pohon ara untuk melihat Yesus, yang akan lewat di situ.

Zakheus memang orang yang pendek.

Mungkin ada yang pendek dalam artian “gampang marah, gampang bosan, dsb” tapi yakinlah kita adalah lebih dari orang yang menang.

Mulai hari ini,

  • lakukan sesuatu yang melebihi batas.

Lukas 19:5 (TB) Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: “Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu.”

  • Berlari kepada Tuhan

Ada Tuhan disana, waktu engkau merasa kau sungguh terbatas.

Mengikut Yesus keputusanku

Mengikut Yesus keputusanku

Mengikut Yesus keputusanku

Ku tak ingkar- ku tak ingkar

Ulangan 1:29-30 (TB) Ketika itu aku berkata kepadamu: Janganlah gemetar, janganlah takut kepada mereka;TUHAN, Allahmu, yang berjalan di depanmu, Dialah yang akan berperang untukmu sama seperti yang dilakukan-Nya bagimu di Mesir, di depan matamu,

Tuhan menghendaki supaya umatnya tidak mengalami teriakan.

Umat Israel mengalami penderitaan, jasmani dan rohani. Bangsa Israel berteriak, berseru kepada Tuhan. Dan Tuhan menjawab teriakan mereka. Melalui Musa, Allah mengangkat Musa menjadi pemimpin untuk membawa keluar Orang Israel keluar dari Mesir.

Bangsa Mesir tidak rela, umat Israel keluar dari Bangsa mereka. Sehingga mereka berusaha untuk mengejar umat Israel.

Tetapi Tuhan memberikan tongkat pada Musa untuk menolong umatnya keluar dari Mesir. Membelah lautan dengan tongkat dan Bangsa Israel keluar dari tanah Mesir.

Tuhan itu selalu berjalan didepan umatNya dan berperang bagi umatNya.

Tuhan sanggup memberikan perkara-perkara yang besar untuk memberikan kemenangan bagi umatNya.

Apa yang ada di depan kita, jangan takut. Allah akan berperang untuk kita, jangan gemetar. KuasaNya akan dinyatakan didepanmu.

Tuhan mengingatkan kita semuanya bahwa Tuhan tetap menyertai kita.

Ulangan 20:3-4 (TB) dengan berkata kepada mereka: Dengarlah, hai orang Israel! Kamu sekarang menghadapi pertempuran melawan musuhmu; janganlah lemah hatimu, janganlah takut, janganlah gentar dan janganlah gemetar karena mereka,

sebab TUHAN, Allahmu, Dialah yang berjalan menyertai kamu untuk berperang bagimu melawan musuhmu, dengan maksud memberikan kemenangan kepadamu.

Dengan jelas dikatakan, bahwa Tuhan tidak akan meninggalkan namun memberikan kepada kita.

Umat Kristen seharusnya tidak boleh mengalami ketakutan. Mungkin berat. Terkadang masalah yang kita hadapi membuat kita lemah dan tawar hati. Namun saat masalah datang Firman timbul dari hati untuk menguatkan kita.

Tantangan di akhir zaman :

  • Ekonomi
  • Penyakit

Apa yang kita hadapi secara nyata sekalipun berat, tetaplah pandang Tuhan.

Tujuan Tuhan atas kesulitan

Tujuan adalah tempat yang akan kita capai. Tujuan adalah sasaran yang akan membawa kita dalam mencapai sesuatu.

Kesulitan itu penting, masalah itu penting untuk menolong kita.

Keluaran 14:1-14 (TB) Berfirmanlah TUHAN kepada Musa, demikian:
“Katakanlah kepada orang Israel, supaya mereka balik kembali dan berkemah di depan Pi-Hahirot, antara Migdol dan laut; tepat di depan Baal-Zefon berkemahlah kamu, di tepi laut.
Maka Firaun akan berkata tentang orang Israel: Mereka telah sesat di negeri ini, padang gurun telah mengurung mereka.
Aku akan mengeraskan hati Firaun, sehingga ia mengejar mereka. Dan terhadap Firaun dan seluruh pasukannya Aku akan menyatakan kemuliaan-Ku, sehingga orang Mesir mengetahui, bahwa Akulah TUHAN.” Lalu mereka berbuat demikian.
Ketika diberitahukan kepada raja Mesir, bahwa bangsa itu telah lari, maka berubahlah hati Firaun dan pegawai-pegawainya terhadap bangsa itu, dan berkatalah mereka: “Apakah yang telah kita perbuat ini, bahwa kita membiarkan orang Israel pergi dari perbudakan kita?”
Kemudian ia memasang keretanya dan membawa rakyatnya serta.
Ia membawa enam ratus kereta yang terpilih, ya, segala kereta Mesir, masing-masing lengkap dengan perwiranya.
Demikianlah TUHAN mengeraskan hati Firaun, raja Mesir itu, sehingga ia mengejar orang Israel. Tetapi orang Israel berjalan terus dipimpin oleh tangan yang dinaikkan.
Adapun orang Mesir, segala kuda dan kereta Firaun, orang-orang berkuda dan pasukannya, mengejar mereka dan mencapai mereka pada waktu mereka berkemah di tepi laut, dekat Pi-Hahirot di depan Baal-Zefon.
Ketika Firaun telah dekat, orang Israel menoleh, maka tampaklah orang Mesir bergerak menyusul mereka. Lalu sangat ketakutanlah orang Israel dan mereka berseru-seru kepada TUHAN,
dan mereka berkata kepada Musa: “Apakah karena tidak ada kuburan di Mesir, maka engkau membawa kami untuk mati di padang gurun ini? Apakah yang kauperbuat ini terhadap kami dengan membawa kami keluar dari Mesir?
Bukankah ini telah kami katakan kepadamu di Mesir: Janganlah mengganggu kami dan biarlah kami bekerja pada orang Mesir. Sebab lebih baik bagi kami untuk bekerja pada orang Mesir dari pada mati di padang gurun ini.”
Tetapi berkatalah Musa kepada bangsa itu: “Janganlah takut, berdirilah tetap dan lihatlah keselamatan dari TUHAN, yang akan diberikan-Nya hari ini kepadamu; sebab orang Mesir yang kamu lihat hari ini, tidak akan kamu lihat lagi untuk selama-lamanya.
TUHAN akan berperang untuk kamu, dan kamu akan diam saja.”

Tuhan membebaskan Bangsa Israel keluar dari Mesir. Itu adalah permintaan Bangsa Israel itu sendiri.

Keluaran 2:23-25 (TB) Lama sesudah itu matilah raja Mesir. Tetapi orang Israel masih mengeluh karena perbudakan, dan mereka berseru-seru, sehingga teriak mereka minta tolong karena perbudakan itu sampai kepada Allah.
Allah mendengar mereka mengerang, lalu Ia mengingat kepada perjanjian-Nya dengan Abraham, Ishak dan Yakub.
Maka Allah melihat orang Israel itu, dan Allah memperhatikan mereka.

Masalah atau kesulitan yang Tuhan ijinkan atas hidup kita itu adalah proses Tuhan atas kehidupan seseorang.

Kesulitan punya tujuan :

1. Mendewasakan

2. Bertumbuh

3. Supaya semua maksud dan renca Tuhan di hidup kita digenapi.

Cara kita memandang masalah itu akan memutuskan akan menjadi apakah kita dan menunjukkan orang seperti apakah kita.

“masalah bisa membuat orang menangis, mengeluh, atau masalah membuat orang membuatmu semakin kuat”

Tanpa diundang masalah datang, kita siap maslah datang datang menghantam kita bahkan ketika kita siap dia akan menghantam kita lebih keras.

Ada pepatah ” sedia payung sebelum hujan”

Bangsa Israel lebih suka jadi budak di mesir daripada berjalan melewati padang gurun. ( lht kel 14:12).

Bangsa Israel melihat padang gurun seperti pisau yang akan membunuh mereka.

Roma 6:23 (TB) Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

Padahal Padang gurun dipakai Tuhan untuk mendewasakan Bangsa Israel.

Tuhan tahu apa yang jadi masalahmu. Tuhan tahu apa yang sedang kamu perjuangkan. Tuhan tahu apa yang menjadi cita-citamu.

Matius 6:32 (TB) Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.

Bapamu tahu batas kekuatanmu, batas kelemahanmu.

Tuhan tahu masalahmu, oleh sebab itu tetaplah melangkah.

Tuhan tahu kapasitas kita, Tuhan tahu bahwa kita mampu menghadapi padang gurun bersama denganNya.

Setiap orang memiliki padang gurun sendiri yang harus dihadapi.

Kesulitan ada, agar dunia tahu Tuhan Yesus hebat. Ketika kamu sakit dan kamu dipulihkan, itu ingin menunjukkan bahwa Tuhan itu hidup, Tuhan itu hebat, Tuhan itu dahsyat.

Ibrani 12:5-11 (TB) Dan sudah lupakah kamu akan nasihat yang berbicara kepada kamu seperti kepada anak-anak: “Hai anakku, janganlah anggap enteng didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan-Nya;
karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak.”
Jika kamu harus menanggung ganjaran; Allah memperlakukan kamu seperti anak. Di manakah terdapat anak yang tidak dihajar oleh ayahnya?
Tetapi, jikalau kamu bebas dari ganjaran, yang harus diderita setiap orang, maka kamu bukanlah anak, tetapi anak-anak gampang.
Selanjutnya: dari ayah kita yang sebenarnya kita beroleh ganjaran, dan mereka kita hormati; kalau demikian bukankah kita harus lebih taat kepada Bapa segala roh, supaya kita boleh hidup?
Sebab mereka mendidik kita dalam waktu yang pendek sesuai dengan apa yang mereka anggap baik, tetapi Dia menghajar kita untuk kebaikan kita, supaya kita beroleh bagian dalam kekudusan-Nya.
Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya.

Setiap kita memiliki perahu kehidupan masing-masing, dan ada saat-saat dimana ombak akan menghantam kita. Meskipun kamu oleng tetaplah jalan terus. Tuhan bersamamu.

Penting bagi kita menghadapi kesulitan. waktu masalah datang iman kita sedang dilatih. waktu masalah datang pengharapan kita sedang dilatih, ketergantungan kita akan Tuhan juga dilatih.

Amanat Agung

1 Korintus 9:16 Karena jika aku memberitakan Injil, aku tidak mempunyai alasan untuk memegahkan diri. Sebab itu adalah keharusan bagiku. Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil.

Matius 28:18-20 (TB) Yesus mendekati mereka dan berkata: “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.
Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,
dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”

Kuasa yang punya surga dan bumi adalah Yesus.

Satu amanat = memuridkan segala bangsa.

Dua keyakinan.

1. Yesus menerima segala kuasa (ayat 18)

2. Disertai oleh isa almasih (ayat 20)

Tiga tugas :

Memberitakan injil (ayat 19), membaptis (ayat 19), mengajar untuk melakukan (ayat 19).

Prinsip dalam menaati amanat agung :

Sengaja : buat rencana dan komitmen untuk langsung praktek.

Sehari-hari : ditempat-tempat, ada percakapan injil disampaikan.

Sharing : percakapan dua arah, usahakan ada feed back dari lawan bicara.

Setir : fokus kepada injil, arahkan pokok pembicaraan pada pengorbanan Yesus.

Sampaikan injil : tentang Isa Almasih dan pengorbananNya yang mendatangkan pengampunan dosa.

Kunci Pemberitaan Injil :

1. Kepada siapa saja

2. Dimana saja

3. Kapan saja

Langkah-langkah praktis menyampaikan injil:

1. Pertalian : bangun hubungan. ( apa kabar, berkenalan)

2. Peralihan : berpindah dari hal-hal jasmani ke rohani.

(apakah anda orang budha, hindu, kristen, muslim)

3. Penginsyafan : arahkan orang itu untuk sadar bahwa dia butuh pengampunan dosa.

( apakah sekarang, sudah merasa dosanya sudah lunas)

Tidak ada yang bisa membereskan dosa, kecuali melalui pengorbanan Isa Almasih.

4. Pengabaran Injil : ceritakan tentang kasih Tuhan dan pengorbanan Yesus.

Yang saya percaya berbeda. Isa mati bagi pengampuanan dosa, dikuburkan, hari ke tiga bangkit, mengalahkan maut dan syaiton-syaiton Isa naik ke sorga menyediakan tempat bagi yang percaya lalu akan turun lagi sebagai imam mahdi yang akan menghakimi seluruh dunia.

5. Penyelesaian : Menarik Jala

Apakah engkau mau menerima pengampunan dari Isa?

Ya Allah saya orang berdosa. Ampuni saya dengan darah korbannya Isa. Saya membuja hati menerima Isa sebagai Tuhan dan Juruselamat saya. Engkaulah junjungan. Dalam nama Isa saya berdoa. Amin.

Kemerdekaan yang sejati bukanlah kita bebas dari penjajah, namun kemerdekaan sejati adalah kita bebas dari belenggu dosa.

Kemerdekaan yang kita peroleh dibayar dengan harga mahal yaitu lewat darah Yesus yang tertumpah di kayu salib.

Yesus datang ke dunia, Yesus Mati karena Dia menyerahkan nyawaNya untuk menebus dosa kita.

Matius 20:28 sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.”

Tuhan memberi tugas pada kita, untuk membebaskan mereka yang belum merdeka

Yudas 1:22-23

Tunjukkanlah belas kasihan kepada mereka yang ragu-ragu,
selamatkanlah mereka dengan jalan merampas mereka dari api. Tetapi tunjukkanlah belas kasihan yang disertai ketakutan kepada orang-orang lain juga, dan bencilah pakaian mereka yang dicemarkan oleh keinginan-keinginan dosa.

Roma 10:13 (TB) Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan.

Injil adalah berita tentang keselamatan.

Berita baik itu bisa menjadi berita tidak baik, ketika berita itu tidak diberitakan.

Yohanes 3:16 (TB) Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Kenapa kita harus memberitakan injil???

Matius 28:19 (TB) Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,

Markus 16:15 (TB) Lalu Ia berkata kepada mereka: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.

1 Petrus 2:9 (TB) Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:

Lukas 24:47 (TB) dan lagi: dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem.

Korban darah pertama kali untuk pengampunan dosa pada zaman dulu adalah Bapa Abraham.

Berita tentang pertobatan dan pengampunan harus dikabarkan.

Kisah Para Rasul 1:8 (TB) Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.

Tidak ada alasan untuk tidak memberitakan injil. Karena itu adalah sebuah perintah.

Matius 24:14 (TB) Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya.”

injil harus diberitakan, dan saat itulah kedatanganNya tiba .

2 Petrus 3:12 (TB) yaitu kamu yang menantikan dan mempercepat kedatangan hari Allah. Pada hari itu langit akan binasa dalam api dan unsur-unsur dunia akan hancur karena nyalanya.

Tuhan akan memberikan roh keberanian atas kita.

Maukah kita menyisihkan waktu kita untuk menyampaikan berita baik itu??

Melakukan pemberitaan injil secara praktis. Yaitu dengan menjadi teladan.

kamu adalah terang dunia. kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.

Kisah Para Rasul 4:12 (TB) Dan keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.